Telusuri manfaat daun binahong untuk kesehatan, kandungan zat aktif, hingga riset medis terbaru dalam artikel herbal terlengkap ini.
Tanaman herbal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu primadona dalam kategori Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang kini semakin mendapat perhatian dunia medis adalah Binahong (Anredera cordifolia). Tanaman merambat ini sering dianggap sebagai tanaman hias biasa, namun di balik daunnya yang berbentuk jantung, tersimpan kompleksitas senyawa kimia yang mampu mempercepat regenerasi sel tubuh.
Identifikasi Botani Daun Binahong
Secara taksonomi, binahong termasuk dalam famili Basellaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Amerika Selatan (pantai tropis Amerika Selatan) namun telah lama ternaturalisasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Secara morfologi, binahong memiliki ciri-ciri spesifik:
- Batang: Lunak, silindris, saling membelit, berwarna kemerahan, dan memiliki umbi (bulbil) pada ketiak daun
- Daun: Tunggal, bertangkai sangat pendek (subsesil), berbentuk jantung (cordata), berwarna hijau tebal, dan berstruktur sukulen (banyak mengandung air)
- Bunga: Majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, berwarna putih kekuningan dengan aroma harum yang lembut
Rahasia di Balik Khasiat Binahong
Keefektifan binahong sebagai obat herbal bukan tanpa dasar ilmiah. Berdasarkan berbagai uji laboratorium, daun binahong mengandung senyawa aktif yang sangat tinggi, antara lain:
- Flavonoid: Berperan sebagai antioksidan kuat yang menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan (anti-inflamasi).
- Saponin: Zat ini bersifat antiseptik yang mampu membunuh bakteri dan membantu dalam pembentukan kolagen untuk penyembuhan luka.
- Alkaloid: Memiliki sifat detoksifikasi dan membantu menurunkan kadar gula darah.
- Polifenol: Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
- Asam Oleanolat: Senyawa yang memberikan perlindungan pada organ hati (hepatoprotektor) dan bersifat antivirus.
Analisis Manfaat Daun Binahong
Penelitian mengenai Anredera cordifolia telah menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa aspek kesehatan utama:
Penyembuhan Luka Pasca-Operasi dan Luka Luar
Binahong sangat populer dalam membantu penyembuhan luka bakar, luka sayat, hingga luka pasca-operasi (termasuk khitan dan persalinan). Kandungan asam askorbat dan protein tinggi dalam binahong memicu produksi kolagen lebih cepat. Data klinis menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dapat memperpendek fase inflamasi pada proses penyembuhan luka.
Menjaga Fungsi Ginjal dan Penurun Asam Urat
Penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa pemberian ekstrak binahong dapat menurunkan kadar kreatinin dalam darah, yang merupakan indikator kesehatan ginjal. Selain itu, sifat diuretiknya membantu pembuangan kristal asam urat melalui urin.
Mengontrol Kadar Gula Darah (Antidiabetes)
Senyawa flavonoid dalam binahong bekerja dengan cara menghambat enzim α-glukosidase. Hal ini memperlambat penyerapan karbohidrat di usus, sehingga mencegah lonjakan gula darah setelah makan.Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Binahong memiliki efek vasodilator yang membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Ini sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi ringan dan membantu mencegah pembentukan plak pada arteri.Metode Penggunaan Aman
Berikut adalah panduan standar penggunaan binahong :
Luka Luar
Metode Pengolahan : Tumbuk daun segar hingga lumat.
Dosis Disarankan : Tempelkan 2 - 3 kali sehari
Pemulihan Internal
Metode Pengolahan : Rebus 7 - 9 lembar dalam 3 gelas air hingga sisa 2 gelas
Dosis Disarankan : Minum 1 gelas, 2 kali sehari.
Wasir/Ambeien
Metode Pengolahan : Rebus 15 lembar daun dalam 3 gelas air
Dosis Disarankan : Diminum setiap hari secara rutin.
Efek Samping Daun Binahong
Meskipun alami, binahong mengandung efedrin dalam jumlah kecil pada varietas tertentu. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan palpitasi (jantung berdebar), pusing, atau gangguan tidur. Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi rebusan binahong karena belum ada uji klinis yang cukup kuat untuk kategori ini.
Prospek Industri dan Pertanian
Di Indonesia, binahong mulai dilirik sebagai komoditas fitofarmaka. Budidayanya relatif mudah karena sifatnya yang invasif dan tahan terhadap berbagai cuaca. Pengolahan binahong menjadi kapsul ekstrak atau salep herbal kini menjadi peluang UMKM yang menjanjikan, asalkan tetap mematuhi standar BPOM.
Kesimpulan
Daun binahong bukan sekadar mitos pengobatan tradisional. Keberadaannya didukung oleh data ilmiah yang kuat mengenai kandungan flavonoid dan saponinnya. Sebagai solusi komplementer, binahong menawarkan efektivitas tinggi dalam penyembuhan luka dan manajemen penyakit degeneratif seperti diabetes dan asam urat. Namun, moderasi dan akurasi dosis tetap menjadi kunci utama dalam memetik manfaat optimal dari tanaman ini.
Credit :
Penulis : Satrya Arif
Gambar oleh Pixabay
Referensi :
- Lestari, D., dkk. (2020). Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry: Analisis Kandungan Flavonoid pada Ekstrak Etanol Daun Binahong.
- Mursito, B. (2011). Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Penebar Swadaya. Jakarta.
- Rachmawati, S. (2014). Studi Klinis Efek Ekstrak Anredera cordifolia terhadap Penyembuhan Luka: Universitas Gadjah Mada.
- BPOM RI. Taksonomi dan Khasiat Tanaman Obat Indonesia: Katalog Tanaman Obat Nasional.
- World Health Organization (WHO). Monographs on Selected Medicinal Plants: Mengenai tanaman merambat famili Basellaceae.
Komentar